2.
Fungsi Religius
Patung yang berungsi religuis adalah jenis
patung yang dibuat sebagai sarana atau media berkomunikasi dengan Tuhan.
Patung-patung yang berasal dari kawasan atau belahan timur dunia terutama
patung-patung yang berasal dari wilayah Asia, berbagai bentuk serta atribut
dari patung yang digambarkan sangat sarat dengan arti dan makna-makna simbolis.
Patung-patung yang berfungsi religuius ini diantaranya:
a. Patung budha seperti dapat kita saksikan di pelataran candi borobudur,
Jawa Tengah.
Patung Budaha pada Kompleks Candi Borobudur
b. Patung Roro Jonggrang sebagai perwujudan Dewi Durga atau Dewi Andini,
yang merupakan istri Batara Guru yang dikutuk menjadi raksasa perempuan. Patung
ini terdapat di salah satu candi yang terdapat di komplek candi Sewu atau Candi
Prambanan. Patung Roro Jonggrang atau disebut juga Dewi Durga Mahisa Sura Mardhini memiliki perlengkapan bentuk serta
atrubut diantaranya:
1)
Trisula
2)
Anak panah
3)
Cakra
4) Sangka bersayap
5)
Perisai
6)
Busur
7)
Parasu
8)
Pedang/ cada
9)
Mahisa/ lembu
10)
Seekor
raksasa
Patung Roro Jonggrang pada Candi Prambanan
c. Patung Yesus Kristus dan patung Bunda Maria, kedua patung ini dapat
dilihat di banyak gereja yang terdapat di Indonesia maupun di negara-negara
mancanegara.
3.
Fungsi Simbolis
Fungsi simbolis artinya patung dibuat sebagai simbol atau lambang untuk
mengenang perjuangan atau kepahlawanan. Beberapa contoh patung yang berfungsi
simbolis diantaranya:
a. Patung Jederal Sudirman yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY), patung ini ditujukan untuk mengenang kepahlawanan serta perjuangan
Jenderal Besar Sudirman.
Patung Jederal Sudrman
b. Patung Soekarno-Hatta terdapat di Jakarta, patung kedua tokoh besar ini
dimaksudkan utuk mengenang perjuangan mereka berdua dalam proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
Patung Soekarno Hatta
c.
Patung tujuh orang jederal pada Monumen
Pancasila Sakti yang terdapat di Jakarta, bertujuan untuk mengenang tujuh orang
jederal dalam mempertahankan pancasila sebagai dasar negara.
Patung Tujuh Jenderal
4. Fungsi
estetis
Patung yang berfungsi estetis adalah karya patung yang dibuat lebih
mengutamakan aspek keindahannya. Patung jenis benar-benar ditempatkan sebagai
sarana untuk mencurahan ide atau gagasan seniman dalam bentuk tiga dimensional.
Patung dengan Fungsi Estetis
5.
Fungsi Komersial
Fungsi komersial adalah karya seni patung yang bertujuan untuk
mendatangkan keuntungan dengan cara diperdangkan. Patung jenis ini diantaranya
patung dalam bentuk cindera mata, patung-patung penghias taman dan sebagainya.
Patung Komersial
C.
Jenis-Jenis Patung
Karya patung bila ditinjau dari jenisnya ternyata sangat beragam,
keragaman ini terdiri dari: jenis patung berdasarkan jenisnya, jenis patung
berdasarkan bentuk penampilanya, jenis patung berdasarkan ukuranya, serta jenis
patung berdasarkan corak dan aliranya.
1.
Jenis Seni Patung Berdasarkan Teknik (Cara Pembuatan)
Dalam membuat
atau menghasilkan karya patung dapat melalui berbagai teknik atau cara
pembuatan diantaranya:
a.
Cor atau casting
Teknik cor atau disebut juga casting adalah teknik membuat karya seni
patung dengan cara dicetak. Dalan teknik cor patung dapat menggunakan bebagai
media atau bahan diantara semen, gips,
bahan logam, serat kaca atau fiber glass, lilin dan sebagainya.
Patung dengan Teknik Cor/ Casting
b.
Carving
Carving adalah teknik membuat karya patung dengan cara dipahat. Memahat
adalah membuat karya patung yang dilakukan dengan membuang bagian-bagian yang
tidak diperlukan menggunakan alat pahat. Bahan yang dapat dipilih sebagia karya
patung carving atau pahat diantaranya: kayu, batu, marmer, onix, bongkahan es,
gading dan sebagainya.
Patung Dengan Teknik Pahat (Carving)
c.
Patung modeling
Patung modeling adalah karya patung yang dibuat melalui teknik
membentuk atau disebut juga yeknik modeling. Teknik modeling adalah teknik
membuat patung yang dilakukan dengan cara menggunakan bahan lembek dan kenyal
(misalnya: tanah liat, plastisin dan bubur kertas).
Patung dengan Tejbnij Moling
d.
Konstruksi
Teknik konstruksi atau teknik membangun adalah teknik membuat patung
yang dilakukan dengan cara merakit dan merangkai bahan-bahan seperti pipa dan
plat besi, kawat, dan lain-lain. Untuk merangkai atau merakit biasanya
dilakukan cara dilas. Beberapa karya yang dihasilkan dengan teknik konstruksi
ini diantaranya adalah karya-karya pematung Alexander
Calder.
Patung dengan teknik konstruksi
2.
Jenis Seni Patung Berdasarkan Penampilanya
a. Patung Dada atau Patung Boss
Patung dada atau disebut juga patung boss adalah jenis karya seni
patung yang menampilkan bagian kepala hingga bagian dada saja.
Patung Ki Hajar Dewantara, termasuk patung dada
b. Patung Torso
Patung torso adalah jenis karya seni patung yang menampilkan bagian
badan saja yakni dada, pinggang dan bagian pinggul saja.
Contoh Patung Torso
c. Patung Free Standing
Patung yang menampilkan seluruh badan dari kepala hingga kaki dalam
keadaan berdiri disebut sebagai patung free
standing.
Patung Liberty, salah-satu Patung Free Standing
Patung BJ Habibie (Gorontalo) salah satu Patung Free Standing
d. Patung Zonde
Hampir sama dengan free standing patung zonde juga adalah karya seni patung yang menampilkan seluruh badan
dari kepala hingga kaki, hanya saja patung zonde
bukan dalam kedaan berdiri diantaranya yakni berbaring, jongkok, dan duduk.
Patung Putri Duyung Berkemben Emas di Anco, contoh Patung Zonde
3.
Jenis Patung Berdasarkan Ukurannya
Bila ditinjau dari ukuranya maka patung terdiri dari patung kolosal,
patung monumen dan patung amulet.
a. Patung kolosal adalah patung yang memiliki ukuran yang tergolong sangat
besar. Patung yang dapat digolongkan sebagai patung kolosal diantaranya:
1) Patung Garuda Wisnu Kencana, adalah patung yang dicipatakan oleh
pematung terkenal Indonesia yaitu Nyoman Nuarta. Patung ini terdapat di Pulau
Dewata yang manggambarkan dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung garuda.
Patung Garuda Wisnu Kencana, Termasuk Patung Kolsal
2) Patung Liberty (“Liberty
Enlighting The World”), terdapat di muara sungai Hudson, kota New York,
Amerika Serikat. Patung liberty dibuat
oleh Gustave Eiffel (sebagai
perancang kontruksi) dan dibantu pemahat Auguste
Bartholdi . Patung ini memiliki ukuran tinggi 46 meter dan bobot 204 ton.
Patung Liberty, salah-satu Patung Kolosal
b. Patung heroik atau kepahlawanan merupakan patung yang memiliki ukuran
setidaknya satu stengah kali lipat ukuran sebenarnya. Patung jenis ini biasanya
digunakan sebagai patung monumen diantaranya patung selamat datang, patung
pembebasan, proklamator Sukarno-Hatta.
Patung Selamat Datang
c. Patung amulet atau patung miniatur adalah patung yang memiliki ukuran
relatif kecil biasanya berukuran 2 senti meter hingga 50 sentimeter.
4.
Jenis Patung Berdasarkan Corak/ Alirannya
Berdasarkan corak atau aliranya seni patung terdiri dari:
a. Corak realis dan naturalis adalah corak seni patung yang meniru
bentuk-bentuk alam secara persis. Pematung Indonesia yang memiliki corak realis
dan naturalis adalah Hedra Gunawan, Trubus, Saptoto dan Edi Sunarso (Patung
Selamat Datang), Nyoman Nuarta (Proklamator Soekarno-Hatta). Para pematung
dunia yang karyanya bercoral realis dan naturalis diantaranya: Michelle Anggelo
(“Pieta’’), Auguste Rodin (“Burghers of Calais”).
Pietà karya Michelangelo
b. Corak abstrak adalah corak seni patung dengan meninggalkan
bentuk-bentuk alam aliran ini dipengaruhi aliran kontruksi seperti susunan
besi, kawat, kayu dan sebagainya. Pematung
abstrak Indonesia diantaranya adalah Rita widagdo, sedangkan pematung
dunia diantaranya adalah Alexander Calder.
Patung Karya Alexander Calder
c. Corak deformatif, adalah corak yang berusaha merubah bentuk alam sesuai
dengan gagasan dan imaginasi seniman. Pematung Indonesia yang menghasilkan
karya bergaya deformatif ini diantaranya ialah But Muchtar dan Rita widagdo,
sedangkan pematung dunia yang corak karyanya bersifat dekoratif diantaranya
pematung Henry Moore (“Reclining Figure”).
Patung Karya Henry (1939)
d. Corak dekoratif merupakan corak seni patung yang mengambil objek alam
dengan cara digayakan agar terlihat indah dan lebih menarik. Karya patung yang
bercorak dekoratif ini banyak dikembangkan oleh para pematung Bali.
Patung Dekoratif Bali
D.
Relief
Relief adalah perpaduan antara seni lukis dan seni patung. Dapat
dikatakan bahwa yang dimaksud dengan relief adalah patung yang kenampakanya
pada bidang yang bersifat datar. Berdasarkan bentuknya relief dapat digolongkan
menjadi tiga jenis yaitu bass relief, haunt relief, dan relief tembus.
1.
Bass relief
Bass relief atau basso relief adalah relief datar atau rendah yang penonjolan
objek kurang dari setengah tebal relief itu sendiri. Dapat kita ambil contoh
yang tergolong bass relief diantaranya gambar relief yang ada pada uang logam.
Bass relief
2.
Haut relief
Haut relief atau disebut juga relief tinggi adalah relief yang penonjolanya
setengah atau lebih tebal dari relief tersebut. Contoh yang tergolong haunt
relief diataranya adalah relief-relief yang terdapat pada dinding-dinding
candi.
Haut Relief
3. Relief Tembus
Relief tembus adalah
jenis relief yang membatasi (garis tepi) gambar atau objek dibuat secara tembus
ke belakang. Dalam kerajinan pahat teknik ini juga dikenal dengan teknik
krawangan.