Showing posts with label puisi. Show all posts

Sang Syuhada

0 comments

 

Hari Rabu

aku terhenyak mendengar kepergianmu
syuhada di jalan Allah
seluruh keluargamu
Tiga anakmu juga syahid
Empat cucumu
Belum lagi adik tercintamu


Dulu kau berjuang bersama kucing 9 nyawa, yang entah ke mana dia

dan lainya


Sebenarnya kuberharap kau jadi pengganti posisi raja sang penakluk Al-Malik al-Nashir
Si pembebas kota suci Yerussalem juga Bait al Maqdis


Penjagal Khan Yunis
Kini jadi penggantimu
Ku berharap dia baik-baik saja
sayembara 400.000 US dolar harga kepalanya


Itulah yang ditetapkan Allah untukmu dan tanah tercinta umat


H U D A N
Agustus 2024


Read More »

PUISI: Mentari Senja Malioboro

0 comments


Mentari Senja Malioboro

Senja hari di Malioboro, 
mengharu biru kenangan masa lalu, 
tiga windu tlah berlalu.

(HUDAN: Sabtu, 29 Agustus 2020)




Read More »

Dalam Hening

0 comments

Dalam Hening



Sumber gambarhttps://www.google.co.id/search?q=malam+sepi&safe=strict&rlz=
dalam hening…malam
tak berbingkai
ku ingin tersungkur,
larut  dalam kesyahduan cintaMu.
Terima keluh kesahku….
terimalah aku
terimalah aku
Ya Rabby



Hudan Dardiri
Tasikmalaya, 8 Oktober 2018



Read More »

"DARA"

0 comments
Dara


Laiknya  ratna di taman surgawi.
Kuncupnya bermekaran penuh pesona

Pesona warna yang hanya kudapati pada imagi


Kau bagian pesona surgawi

Diantara kelopak bunga kudapati butiran embun yang menetes ubun-ubun pagi.

Dara
semerbak wangi kesturi merambah pucuk-pucuk  dahan pohonan jati.

Pancaran raut mengalir dalam alunan fibrasi petikan kecapi

Untuk mu ku menanti mesti waktu tak kunjung menepi.

Hudan 10 Oktober 2019

Read More »

NELAYAN PAPA

0 comments

Nelayan Papa
Perahu kecil arungi lautan
Dengan jala usang itu ia telusuri tiap sudutnya.
Pagi mulai menyingsing hanya puluhan ikan sepadan ibu jari yang didapat

Rupanya seluruh letih dan payah ia habiskan dengan hanya mengais sisa si pukat harimau

Omelan, makian kini di pelupuk mata.
Dari mulut kecil istri pujaan hati.

Terlebih tempo hari juragan pemilik kapal menyapa dan merayunya.
Beribu sesal tak kunjung padam, sebagai suami tak ada arti. Jika tak hidupi istri
Cercaan sarapan utama
Kini bara menyala di setiap sudut gubuk kecil ini.
Alangkah lebih mendera ketimbang kemiskinan yang selalu mendera

Pagi mulai menyingsing taburan semburat mentari merah tembaga.

Gontai dayung dikayuh sejuruh hati yang kian rapuh.
Kemana hendak gantungkan harap yang kian tak tersisa

Camueuk, 16: 20 , 7 Februari 2019
Hudan


Read More »

MAWAR LAYU

0 comments

Mawar Layu

Mawar di taman terenggut dan fana
Helai kelopaknya gugur dan layu
Terserak dan terbang tak tentu arah
Semilir angin kecilpun telah melenyapkanya


Tadi di tengah malam kesunyian telah menjebaknya
Iblis itu datang serupa dewa kama dirasuki asmara,
Membawa serta guci anggur yang memabukkan.
Akar yang fana tak sanggup menahan nyinyir amis rayuan penuh muslihat.

Kini mawar yang hanya berakar fana
Rentan dan rapuh
Indah warna, dan mekar wanginya telah punah
Tanpa bekas.
Kini hanya batang penuh duri,
Tertancap di tanah dan fana.

Camueuk, pukul 13:28, Jumat, 6 Februari 2019
Hudan


Read More »

Jasmin over the Cloud

0 comments

Jasmin over the Cloud

saat ku hirup wangi melati itu
masih tawar rasa di hati
indah warnanya terlalu biasa
untuk kuingat

tapi saat sunyi itu menghimpit
rasa ini merambah telusuri
relung hati yang sepi

kuntum melati makin menancap
jauh di dasar hati
semerbak wangi menembus relung jiwa

aku hanya menggapaimu
di awan yang mengembang
alangkah hati kian sunyi
pendam rasa kian menjadi

biar ku tetap di jalan sunyi
di tiap lapisan mega merah tembaga
kuuntai warna penuh harmoni
tentang indah binar matamu

biarku tetap di jalan sunyi
agar sukmaku selalu setia tentang janjiku
di jalan sunyi ku temui dirimu
Sukaratu 12 Februari 2019
Hudan


Read More »

MAWAR LAYU

0 comments
Mawar Layu

Mawar di taman terenggut dan fana
Helai kelopaknya gugur dan layu
Terserak dan terbang tak tentu arah
Semilir angin kecilpun telah melenyapkannya

Tadi di tengah malam kesunyian telah menjebaknya
Iblis itu datang serupa dewa kama dirasuki asmara,
membawa serta guci anggur yang memabukkan.
Akar yang fana tak sanggup menahan nyinyir amis rayuan penuh muslihat.

Kini mawar yang hanya berakar fana
Rentan dan rapuh
Indah warna, dan mekar wanginya telah punah
Tanpa bekas.
Kini hanya batang penuh duri,
tertancap di tanah dan fana.

CAMUEUK, PUKUL 13:28, JUMAT 8 FEBRUARI 2019
HUDAN

Read More »

KOLEKSI PUISI (PUISI TENTANG CINTA), JUDUL: "PUSPA"

0 comments


PUSPA
puspa indah di taman
indah tak terbantahkan
menusuk kalbu sesak menghunjam dada

harum semerbak menawan rasa
rasa dahaga yang dalam terpendam jauh di jiwa


Tasikmalaya, 9 oktober 2018
Hudan Dardiri


Read More »