PROPOSAL PEMBANGUNAN BENTENG SEKOLAH

0 comments

 PROPOSAL

OLEH: DADANG HUDAN DARDIRI,S.Pd.,M.Pd.


PEMBANGUNAN BENTENG SEKOLAH

SMP NEGERI 2 SUKARATU


 

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP NEGERI 2 SUKARATU

JalanSukamanah, Desa Gunungsari, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya

E-mail :smpn2sukaratu@gmail.com

2022

 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

Proposal Pembangunan Benteng Sekolah, kami susun bersama komite sekolah dan tenaga pengajar serta disahkan dan disetujui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

 

 

 

 

 

Mengesahkan/ Menyetujui

 

 

 

Mengetahui/ Mengesahkan

Kepala SMP Negeri 2 Sukaratu

 

 

 

DENDIN WARDIANA,S.Pd.,M.Pd.

NIP. 19651225198911 1 001

Tasikmalaya, 04 Januari 2022

Wakasek Sarpras

 

 

 

 

 

Odik,S.Pd.

NIP. 19640205 198903 1 014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, hanya dengan hidayah, inayahNya, dan taufikNya,  Pengajuan proposal benteng sekolah untuk SMP dapat terselesaikan.

Benteng sekolah adalah salah satu penunjang yang berfungsi untuk membatasi wilayah dan lingkungan sekolah secara tegas guna menjamin keamanan, kenyamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif. Disamping itu pembangunan benteng sekolah dapat meningkatkan kedisplinan di dalam menjalankan tata-tertib sekolah. Dengan demikian keberadaan banteng sekolah tersebut sangat diperlukan untuk mewujudkan kegiatan pendidikan di sekolah.

Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, diketahui bahwa prasarana benteng sekolah yang diperlukan untuk menunjang proses pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan SMP Negeri 2 Sukaratu belum memadai. Belum memadainya penyediaan prasarana benteng sekolah tersebut tentunya akan berpengaruh langsung terhadap optimalisasi proses pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian suatu hal yang mendesak segera disediakan prasarana benteng sekolah, sehingga dapat terlaksananya pelaksanaan pendidikan sebagaimana mestinya.

Proposal ini kami ajukan untuk melengkapi permohonan pengadaan prasarana banteng sekolah pada  SMPN 2 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Sekolah,

 

 

DENDIN WARDIANA, S.Pd., M.Pd.

NIP. 19651225198911 1 001

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR……………………………………………………………....

DAFTAR ISI            ……………………………………………………………………....

i

ii

iii

iv

BAB I

PENDAHULUAN

1

 

A.

Latar Belakang…………………………………………………....

1

 

B.

Dasar Hukum…………………………………………………..…

3

 

C.

Maksud dan Tujuan……………………………………………….

3

 

D.

Manfaat…………….……………………………………………..

4

BAB II

VISI MISI DAN PROFIL SEKOLAH

6

 

A.

Visi…………………………………………………………………

6

 

B.

Misi………………………………………………………………..

7

 

C.

Tujuan Sekolah…………………………………………………….

7

 

D.

Dat Sekolah/ Profil Sekolah………………………………………

9

BAB III

USULAN KEGIATAN DAN RENCANA ANGGARAN

12

 

A.

Usulan Kegiatan…………………………………………………...

11

 

B.

Rencana Anggaran………………………………………………..

13

BAB IV

PENUTUP

15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.      Latar Belakang

Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis di dalam membentuk peradaban bangsa yang cerdas. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.

Sarana dan prasarana menjadi faktor penunjang dalam menjalankan berbagai aktivitas. Sarana dan prasarana membantu proses kegiatan berjalan lancar, teratur, efektif, serta efisien. Sarana dan prasarana pendidikan sekolah bertujuan untuk menunjang kegiatan dan aktivitas yang dilaksanakan disekolah. Keberadaan sarana dan prasarana membawa dampak yang lebih luas seperti, rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.

Benteng sekolah adalah salah satu penunjang yang berfungsi untuk membatasi wilayah dan lingkungan sekolah secara tegas guna menjamin keamanan, kenyamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif. Disamping itu pembangunan benteng sekolah dapat meningkatkan kedisplinan di dalam menjalankan tata-tertib sekolah. Dengan demikian keberadaan banteng sekolah tersebut sangat diperlukan untuk mewujudkan kegiatan pendidikan di sekolah.

SMP Negeri 2 Sukaratu merasakan betapa pentingnya keberadaan benteng sekolah tersebut. Maka berdasarkan urgensi keberadaan banteng sekolah pengadaan banteng sekolah harus segera diwujudkan. Pada kenyataannya pihak sekolah memiliki keterbatasan dalam hal pengadaan anggaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan banteng sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ada tidak memungkinkan untuk digunakan dalam pembangunan benteng sekolah. Sebagai upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam pengelolaan pendidikan mengajak peran serta dari pihak komite sekolah untuk mewujudkan pengadaan banteng sekolah. Hal sebagaimana tertuang pada Undang-Undang  No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bagian penjelasan pasal 51 ayat 1, “manajemen berbasis sekolah atau madrasah adalah bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, yang dalam hal ini kepala sekolah atau madrasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan”.

Bertolak dari pemikiran tersebut maka SMP Negeri 2 Sukaratu, Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya mengajukan permohonan bantuan pembagunan benteng sekolah.

B.      Dasar Hukum

1.     Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa;

2.     Undang-Undang  No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bagian penjelasan pasal 51 ayat 1;

3.     Undang-Undang No. 20 tahun 2004, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

4.     Undang-Undang No. 19 tahun 2005, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

5.     PP 4 tahun 2022 tentang Perubahan PP 57 tahun 2021 tentang SNP

6.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007, tentang Standar Sarana Prasarana;

7.     Program Kerja SMP Negeri 2 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

C.      Maksud dan Tujuan

a.        Maksud

Maksud penyusunan proposal permohonan bantuan ini adalah mengingat ketersediaan prasarana benteng sekolah yang ada di SMP Negeri 2 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya belum memadai demi tercapainya proses pelaksanaan pendidikan secara lebih optimal, maka dipandang perlu membuat suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan akan benteng sekolah sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan.

b.       Tujuan

Adapun tujuan penyusunan proposal ini adalah:

a)       Sebagai kendali kegiatan pembangunan dan pengembangan sekolah, agar dapat dilaksanakan dengan teratur, terarah dan terpadu berdasarkan skala prioritas;

b)      Sebagai gambaran kepada pihak yang berkepentingan (Instansi terkait secara meubeleir ruang kelasa) dan para donatur atau simpatisan terhadap perkembangan tuntutan kualitas pendidikan dibandingkan dengan kondisi yang ada, dan pengembangan sarana prasarana belajar pada SMP Negeri 2 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya;

c)       Menggali dan mengembangkan serta memberdayakan sumber daya yang tersedia secara optimal;

d)      Menyediakan prasarana benteng sekolah sehingga program kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana secara lebih optimal.

 

D.      Manfaat

Adapun manfaat pengadaan prasarana benteng sekolah pada SMP Negeri 2 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya adalah:

a.     Manfaat bagi sekolah

1.       Membatasi wilayah dan lingkungan sekolah secara tegas guna menjamin keamanan, kenyamanan sehingga tercipta suasana yang kondusif;

2.       meningkatkan kedisplinan di dalam menjalankan tata-tertib sekolah;

3.       Dapat meningkatkan kelancaran pelaksanaan program kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien;

4.       Dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap animo masyarakat dalam bidang pendidikan menengah;

5.       Dapat meningkatkan kualitas dan mutu sekolah.

b.       Manfaat bagi masyarakat

1.   Tersedianya sarana pembelajaran yang refresentatif dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan mudah terjangkau;

2.   Tersedianya lembaga yang menampung aspirasi masyarakat dalam bidang pendidikan yang memadai;

3.   Meringankan beban masyarakat terhadap kebutuhan sarana pendidikan;

4.   Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang memadai;

c.      Manfaat bagi pemerintah

·         Membantu melaksanakan program pemerintah dalam bidang pendidikan;

·         Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Bidang Pendidikan;

·         Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) demi menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun serta program rintisan wajib belajar dua belas tahun;

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

VISI MISI DAN PROFIL SEKOLAH

 

 

A.      Visi

Visi adalah  gambaran  ideal untuk  masa depan yang diinginkan oleh sekolah. Visi ini memberikan wawasan yang menjadi sumber arahan bagi  sekolah  dan  digunakan  untuk  memandu  perumusan  misi sekolah. Visi adalah pandangan jauh ke depan ke mana sekolah  akan dibawa.  Gambaran  masa  depan  harus  didasarkan  pada  landasan yuridis,  yaitu  undang-undang,  peraturan  pemerintah,  peraturan menteri  dan  peraturan  perundangan  lainnya  sesuai  dengan  jenjang dan jenis sekolahnya.

Visi  sekolah  harus  tetap  dalam  kerangka  kebijakan  pendidikan nasional,  tetapi  sesuai  dengan  kebutuhan  sekolah  untuk  pelayanan masyarakat.  Dengan  tujuan  pendidikan  nasional  yang  rumusannya sama,  profil  sekolah  dan  kebutuhan  masyarakat  yang  dilayani sekolah tidak selalu sama. Oleh karena itu, sekolah memiliki visi yang tidak  sama  dengan  sekolah  lain,  asalkan  tidak  keluar  dari  koridor tujuan pendidikan nasional.

Visi SMP Negeri 2 Sukaratu adalah : “Mewujudkan Peserta Didik yang Berahlak Mulia, Mandiri, Terampil, Berlandaskan Iman dan Takwa”.

Indikator visi SMP Negeri 2 Sukaratu adalah sebagai berikut :

1.       Meningkatkan efektifitas pembelajaran;

2.       Mengoptimalkan perolehan hasil belajar peserta didik;

3.       Meningkatkan kecakapan dan keterampilan;

4.       Mewujudkan perilaku peserta didik yang sesuai nilai-nilai spiritual dan memiliki kepedulian sosial

5.       Meningoptimalkan warga sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat.

B.      Misi Sekolah

Misi  adalah  tindakan  atau  upaya  untuk  mewujudkan  visi.   Jadi misi  merupakan  penjabaran  visi  dalam  bentuk  rumusan tugas, kewajiban, dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan  visi.

Misi SMP Negeri 2 Sukaratu adalah sebagai berikut:

1.       Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran;

2.       Meningkatkan pembinaan kompetensi peserta didik  secara optimal;

3.       Mendorong  kemandirian, tanggung  jawab,  kejujuran,  percaya  diri  dan semangat untuk berkompetisi para peserta didik;

4.       Mendorong peserta didik memiliki  pemahaman dan pengamalan  nilai-nilai keagamaan serta memililiki solidaritas dan kepedulian sosial; dan

6.       Mendorong warga sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat.

C.      Tujuan Sekolah

Bertolak  dari  visi  dan  misi,  selanjutnya  sekolah  merumuskan tujuan  sekolah.  Jika  visi  dan  misi  terkait  dengan  jangka  waktu yang  panjang,  maka  tujuan  dirumuskan  untuk  jangka  waktu menengah.  Dengan  demikian  tujuan  pada  dasarnya  merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah  yang telah dicanangkan.  Tujuan  mengarahkan  perumusan  sasaran, kebijaksanaan,  program  dalam  rangka  merealisasikan  misi. Pencapaian  tujuan  dapat  dijadikan  indikator  untuk  menilai kinerja sebuah organisasi.

Berdasarkan visi dan misi yang telah dijelaskan di atas maka tujuan SMP Negeri 2 Sukaratu dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.   Sekolah mampu menyusun  kurikulum  SMP yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik;

2.   Sekolah mampu melaksanakan pembinaan pada peserta didik sehingga menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, sehat, terampil, mandiri dan memiliki kepedulian sosial;

3.   Sekolah mampu menghasilkan lulusan yang trampil, mandiri, berakhlak;

4.   Sekolah mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan belajar tuntas, pembelajaran mandiri (self learning), dan menerapkan pendidikan inklusif (Inclusive Education);

5.   Sekolah mampu menyusun rencana dan pelakasanaan penilaian peserta didik secara profesional, educatif, efektif, efisien, informatif, akuntabel dan informatif sesuai dengan tuntutan kurikulum;

6.   Sekolah mampu memfasilitasi bakat dan minat peserta didik dalam wadah kegiatan ektrakurikuler;

7.   Sekolah mampu meningkatkan profesionalisme, kompetensi dan kedisiplinan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan;

8.   Sekolah mampu memenuhi sarana dan prasarana secara minimal sesuai Standar Pelayanan Minimal;

9.   Sekolah  mampu  memenuhi  kelengkapan  administrasi perencanaan,  pelaksanaan,  monitoring  dan  evaluasi penyelenggaraan sekolah;

10.  Sekolah mampu melaksanakan pengelolalaan keuangan secara akuntable, tansparan dan efisien.

 

D.  Data  Sekolah / Profil Sekolah

1.

2.

3.

 

4.

5.

 

6.

7.

 

8

 

 

9.

10.

 

 

Nama Sekolah 

NSS/NPSN

Alamat (Jalan/Kec./Kab/Kota

 

Koordinat

Nama Kepala Sekolah : 

No. Telp/HP

 Kategori Sekolah *)

Tahun Beroperasi

Akreditasi

Kepemilikan Tanah/Bangunan :

a. Luas Tanah / Status 

b. Luas Bangunan.

NO. Rekening Rutin Sekolah 

 Pemegang Rekening

Nama Bank   

Cabang

:

:

:

 

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

SMP NEGERI 2 SUKARATU

20.1.02.12.31.099 / 20210815

Sukamanah Desa. Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya No. Telp. :  (0265) 3160157 Fax

Longitude 7.6835 Latitude 108.2518 5

DENDIN WARDIANA, S.Pd.,M.Pd.

081320544992

RSBI / SSN / Rintisan SSN/Potensial

2002 Tahun

Tahu 2018

Milik Pemerintah / Yayasan / Pribadi / Menyewa / Menumpang  *)

7.411 m2 / SHM/HGB/Hak Pakai/Akte Jual-Beli/Hibah *)

1.806 m2

0077342443102

SMPN 2 SUKARATU

BJB

Tasikmalaya

 

12.Data siswa dalam 3 Tahun Terakhir

 

Tahun

Jml Pendaftar

(calon siswa)

Kelas VII

Kelas VII

Kelas VII

Jml (Kelas VII+VIII+IX)

Jml

Sisawa

Jml Rombel

Jml.

Siswa

Jml Rombel

Jml.

Siswa

Jml

 Rombel

siswa

Rombel

L

P

L

P

L

P

L

P

2019/2020

173

85

87

6

91

86

6

109

110

7

285

283

19

2020/2021

165

81

66

5

91

86

6

109

110

6

281

262

18

2021/2022

139

65

65

5

80

67

5

86

84

6

230

216

16

 

13. Data Kondisi ruang

 

 

 

Jml.

ruang

 

Ruang yang dimiliki

Jml

ruang

Jumlah Kondisi Ruang

Verifikasi DPUTRPP

Update

Dapodik

Bln./tahun

 

 

baik

Rusak

ringan

Rusak

sedang

Rusak

berat

usulan

Hasil

verifikasi

 

1

Ruang kelas

Yang ada

19

1

Ruang Kelas

19

6

-

7

6

v

 

2009/2022

2.

Ruang lain

Yang digunakan untuk ruang kelas

Yaitu ruang:

 

2

R. Perpustakaan

1

1

 

 

 

 

 

2009/2022

3

R.Lab.IPA Fisika

1

1

 

 

 

 

 

2009/2022

4

R.Lab.IPA Biologi

1

 

1

 

 

 

 

2009/2022

5

R.Lab.Bahasa

1

 

1

 

 

 

 

2009/2022

6

R.Lab.Komputer

-

 

 

 

 

 

 

2009/2022

7

R.Mulitimedia

-

 

 

 

 

 

 

2009/2022

8

R.Keterampilan

-

 

 

 

 

 

 

2009/2022

9

R.Serbaguna/ aula

-

 

 

 

 

 

 

2009/2022

10

R.Kepala Sekolah

1

1

 

 

 

 

 

2009/2022

11

R.Guru

1

1

 

 

 

 

 

2009/2022

12

R.Tata Usaha

1

 

 

1

 

 

 

2009/2022

Jumlah

 

13

R.Toilet/Jamban Guru

2

 

 

2

 

 

 

2009/2022

14

R.Jamban Siswa

4

2

 

2

 

 

 

2009/2022

15

R.Kepala Sekolah

1

 

1

 

 

 

 

2009/2022

16

R.UKS

1

 

1

 

 

 

 

2009/2022

 

 

14.Data dan Kondisi Peralatan Pendidikan

No

Nama Peralatan

Sumber Bantuan

Tahun Perolehan

Kondisi Peralatan

1

Peralatan Laboartorium IPA

Provinsi

2013

Baik

2

Peralatan Olah Raga

DAK

2015

Baik

3

Peralatan Matemameubeleir ruang kelasa

Provinsi

2013

Baik

4

Peralatan IPS

Provinsi

2014

Baik

5

Peralatan Laboratorium Bahasa

Provinsi

2013

Baik

6

Peralatan Kesenian

DAK

2015

Baik

7

Peralatan MEUBELEIR RUANG KELAS

Provinsi

2011

Rusak Ringan

8

Peralatan Cinema Eduainment

Provinsi

2013

Baik

9

Peralatan Terintegrasi Cinema Edutainment

Provinsi

2014

Baik

10

Peralatan Pemindai Hasil Ujian/Scanner

Provinsi

2014

Baik

11

Sarana Beajar/Meubelair

Provinsi

2016

Baik

12

Peralatan Informasi Digital/Mading Elektronik

Provinsi

2016

Baik

13

Pengadaan Peralatan Sistem Informasi Digital SMP

Banprov

2020

Baik

14

Peralatan IPA Berbasis IT

DAU

2016

Baik

15

Peralatan IPA Fisika Berbasis Sensor Terpadu

Provinsi

2017

Baik

16

Peralatan Perakitan Elektro Fisika

Provinsi

2017

Baik

17

Peralatan Penunjang Sekolah Sehat

DAK

2018

Baik

18

Peralatan Penunjang Pembelajaran PAI (ISABAK)

DAK

2018

Baik

19

Pengadaan Sarana Belajar (Meubelair Internasional) SMP

Banprov

2020

Baik

20

Pengadaan Papan Tulis Interaktif Untuk Sekolah

Menengah

Banprov

2020

Baik

21

Pengadaan Peralatan Edubook Sebagai Sarana Belajar

Kolektif Berbasis Tablet Jenjang SMP

Banprov

2020

Baik

22

Pengadaan Peralatan Edubook Sebagai Sarana Belajar

Kolektif Berbasis Tablet Jenjang SMP

Banprov

2020

Baik

23

Pengadaan Peralatan Sarana Olahraga (PJOK)

Banprov

2020

Baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

USULAN KEGIATAN DAN RENCANA ANGGARAN

 

A.              UsulanKegiatan

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), SMP Negeri 2 Sukaratu dalam menyikapi dan mempersiapkan diri baik dari penyiapan dan pemenuhan standar pendidikan yang telah ditetapkan, meliputi:

1.   Pemenuhan Standar Isi dan KSL

2.   Pemenuhan Standar Proses

3.   Pemenuhan Standar Kompetensi Kelulusan

4.   Pemenuhan Standar Pendidik danTenaga Kependidikan

5.   Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

6.   Pemenuhan Standar Pengelolaan

7.   Pemenuhan Standar Pembiayaan

8.   Pemenuhan Standar Penilaian.

   Secara Riil dalam pemenuhan 8 (Delapan) standar tersebut di atas, SMP Negeri 2 Sukaratu untuk memenuhi standarisasi yang ditetapkan pemerintah tidak terlepas dari target dan sasaran yang dilaksanakan secara bertahap dan stimulant sesuai dengan skala prioritas di mulai dari yang paling penting sampai yang mudah disiapkan.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam menuju sasaran, target yang pertama adalah meningkatkan mutu pendidikan, melalui peningkatan perolehan Nilai Ujian Nasional, kualitas Guru dan yang tak kalah pentingnya adalah pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dalam menunjang proses belajar mengajar.

Dalam merealisasikan Program Pendidikan SMP Negeri 2 Sukaratu   untuk memenuhi standar pendidikan tidak terlepas dari partisipasi pihak lain yang terkait dan peduli, maka bersama ini kami mengajukan Usulan Bantuan Dana pengadaan prasarana sekolah berupa banteng sekolah dalam menunjang proses pelaksanaan pendidikan di sekolah.

B.              Rencana Anggaran

Rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan prasarana berupa benteng sekolah SMP Negeri 2 Sukaratu tercantum dalam lampiran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

Pengajuan bantuan dana sosial berupa pengadaan prasarana berupa benteng sekolah ini kami berharap pelayanan pendidikan khususnya kepada peserta didik akan lebih berkualitas dan bernilai manfaat tinggi. Merupakan suatu peluang bagi SMP Negeri 2 Sukaratu untuk konsisten dalam optimalisasi dan eksistensi di masyarakat sekitar sekolah.

Mutu pendidikan akan lebih meningkat dan kami yakin kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan akan semakin tinggi sehingga visi, misi dan tujuan sekolah akan cepat tercapai. Semua itu merupakan hasil kerja sama semua pihak dalam mensukseskan tujuan pendidikan nasional.

 

Tasikmalaya, 04 Januari 2022

Kepala Sekolah,

 

 

 

DENDIN WARDIANA, S.Pd., M.Pd.

NIP. 19651225198911 1 001

                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Read More »

Cara Meningkatkan Kreativitas

0 comments

                                                                              Oleh: Dadang Hudan Dardiri, S.Pd., M.Pd.

Pernahkah kita mengamati sebuah lukisan, mendengar lagu/ musik, nonton film atau mengamati suatu produk selanjutnya kadangkala kita berpikir kok sampai terpirkan oleh para pencipta lukisan, lagu/ musik, para kreator perfilman serta disainer-desainer produk menciptakan berbagai karya-karya yang sedemikian rupa, sedemikian unik, terus kok bisa mereka  menemukan cara bagaimana menciptakannya? Lalu kita sampai pada kesimpulan karya-karya tersebut diciptakan oleh orang-orang yang memilki kreativitas memadai.

Lalu apa yang dimaksud dengan kreativitas “Kreativitas adalah skill yang memungkinkan seseorang untuk memproduksi karya-karya yang unik. Orang kreatif mampu menghasilkan ide-ide yang oririginal dan berbeda dari biasanya.” Ternyata masih ada sebagian orang yang percaya jika kreativitas adalah sebuah bakat/ talent atau karakteristik bawaan. Secara mendasar sebenarnya kreativitas dapat dipelajari dan dikembangkan. Jika kita termasuk orang yang mengganggap bahwa diri kita tidak sekreatif orang lain atau tidak tahu kok susah sekali mendapatkan ide-ide/ gagasan-gagasan baru. Nah pada bahasan ini akan disampaikan sekulimit bagaimana caranya meningkatkan dan mengembangkan kreativitas. Dari sudut pandang psikologis kreativitas adalah kemampuan utuk menghasilkan atau mengembangkan karya asli, teori, teknik atau pemikiran. Orang kreatif biasanya menampilkan orisinalitas, imajinasi, dan ekspresi.

Biasanya orang yang dianggap kreatif itu identik dengan orang yang lihai bermain musik, orang yang sehari-harinya menghasilkan karya patung, lukisan serta semua orang yang bergelut dalam bidang seni. Pernyataan ini sebetulnya tidak salah mereka semua bisa dibilang sebagai orang-orang kreatif atau orang-orang yang bergerak dibidang industri kreatif. Tapi kreativitas sendiri tidak sebatas orang-orang yang mempunyai bakat di bidang artistik saja. Kreativitas itu banyak sekali bentuknya ada yang mengekspresikan kreativitas di bidang estetika, tapi ada juga di bidang ilmiah, kreatif di bidang inovasi dalam memecahkan masalah dan masih banyak lagi.

Dalam dunia sekarang yang serba berubah dengan cepat semua jenis kreativitas itu pasti akan dibutuhkan untuk mencari solusi-solusi baru terhadap masalah-masalah yang baru juga. Terus apa sebenarnya yang membuat seseorang itu dianggap kreatif? Sebenarnya kreatif itu lebih mirip dengan keterampilan yang dipelajari daripada kualitas bawaan. jika kita mengacu pada Business News Daily menyebutkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk:

1.   Melihat masalah dari persfektif yang berbeda

2.   Menghubungkan berbagai konsep atau isu

3.   Menentang asumsi-asumsi tradisional

Semua keterampilan tersebut harus dilatih supaya dapat kita kuasai. Kreativitas itu ternyata dapat dilatih sehingga dapat dikusai. Jika kita sekarang belum mengusainya, sekarang waktunya kita mengubah asumsi ini dengan cara segera melakukan upaya untuk meningktkan kreativitas. Jadi bagaimana upaya meningkatkan kreativitas tersebut? Ada beberapa cara diantaranya sebagai berikut.

1.   Proses aktif 

Pengembangan kreativitas merupakan proses aktif, jadi tidak pasif . Bila kita hanya diam saja tanpa melakukan apapun terus serta merta proses krativitas itu naik? Kreativitas tidak datang secara ajaib, dan begitu saja tanpa suatu proses. Hanya ketika orang yang itu minum air, langsung ia mendapatkan kreativitas. Langsung mendapatkan ide-ide luar biasanya. Seseorang yang duduk di bawah sebuah pohon lalu buahnya jatuh di kepala langsung menemukan ide tentang suatu teori yang paling fenomenal. Selanjutnya seseorang berendam di dalam bak mandi (bathtub) langsung menemukan suatu hukum yang dapat mengubah dunia. Kita harus secara aktif mencari sumber inspirasi yang bisa memberi kita ide-ide baru atau memotivasi kita untuk memprodukasi karya yang belum pernah diciptakan sebelumnya.

Proses tersebut diantaranya adalah membaca buku, koran, majalah atau artikel secara online atau offline. Mendengar musik favorit, jalan-jalan, mengamati karya-karya orang lain. Manfaatkan strategi apupun yang paling cocok untuk kita sesuai bidang yang kita tekuni. Inspirasi itu sebenarnya ada di mana-mana, tapi hal-hal itu tidak akan mengispirasi kita jika kita tidak secara sadar memperhatikan dan secara sadar mengapresisasinya.

2.   Interlude

Dengan mengutip seorang penulis Alan Cohen yang mengatakan: “Ada kebaikan dalam bekerja dan ada kebaikan dalam istirahat. Lakukan dan jangan abaikan keduanya

Sewaktu-waktu otak kita perlu istirahat dari mengambil dan memproses informasi. Istirahat dimaksud diistilahkan sebagai interlude, agar istirahat ini lebih bermakna dan merupakan sisipan yang betul-betul kita rencanakan. Interlude ini sebetulnya meminjam dari istilah dalam musik dimana yang dimaksud interlude merupakan sisipan musik di tengah lagu. Interlude adalah bagian yang menyambungkan antara bait dengan refren. Pada umumnya tidak terdapat syair dalam interlude ini, karena interlude hanya terdiri dari beberapa bar atau pola akor.

Terlalu banyak mengkonsumsi materi justru akan menghentikan aktivitas dan kreativitas kita. Bersantai sejenak justru sebelum melakukan tugas akan mendatangkan keuntungan yang besar untuk menigktkan kreativitas kita. Jika kita mengambil istilah dalam bahasa Belanda kegiatan tidak melakukan apa-apa ini disebut dengan “Niksen”.

Dr. Sandi Mann penulis buku “The Science of Boredom”, (sains/ ilmu yang mengungkap tentang kebosanan) menyatakan: “memanfaatkan niksen ini dengan memilih aktivitas yang membutuhkan sedikit konsentrasi, atau bahkan tidak sama sekali.” Contohnya adalah jalan-jalan, berenang, atau bahkan hanya duduk dengan mata tertutup dan membiarkan pikiran kita mengembara, tanpa musik atau stimulus untuk membimbingnya. Penting juga menjauhkan ini dari gadgets (gawai), atau internet. Kata Dr. Sandi Mann “ketika kita mengosongkan pikiran kita tidak melakukan apa-apa, otak kita akan mencari stimulasi, dan kalau kita tidak bisa menemukannya, pikiran kita akan menciptakannya.” Setelah aktivitas ini kita akan kembali kepada pekerjaan yang kita hadapi dengan secara lebih jernih dan mendapatkan ide-ide yang cukup kreatif.

3.   Cari Tugas dan peluang yang menantang

Ini penting sekali bagi diri kita untuk melangkah lebih jauh dalam megembangkan kreativitas. Jika kita bekerja dengan projek-projek yang baru, ini akan didorong untuk melakukan sesuatu yang agak berbeda. Hal ini bisa menyebabkan ide-ide itu berkompetisi sehingga bisa membantu menghasilkan sesuatu yang baru. Jadi kejar kesempatan dengan mata terbuka bahwa kita dapat  mewujudkan ide baru yang kreatif. Bekerjalah dengan menggunakan berbagai cara atau proses, media dan bahan, serta perlengkapan yang berbeda dalam menyelesaikan bergai tugas yang kita hadapi. Selain menantang diri sendiri untuk mengambil kesempatan, kita juga bisa menciptakan peluang untuk diri sendiri dalam upaya mengasah kreativitas. Mungkin kita memulai projek dengan mencari ide-ide baru untuk digunakan dalam menyelesaikan berbagai tugas.

4.   Abaikan 3 mitos kreatif

Abaikan 3 mitos kreatif merupakan Sebuah tip dari buku “The Element” karya Sir Ken Robinson.  Banyak orang yang menganggap bahwa kreatif itu sulit, kreatif itu hanya untuk orang-orang tertentu saja, kreatif itu adalah untuk orang-orang yang cerdas, dan orang yang pintar. Jadi, dia mengatakan “oke, saya tidak kreatif”. Jadi ketika dia menemukan suatu masalah, apa yang dilakukan? Dia tidak berfikir solusinya bagaimana? Dia menyerah kemudian bergantung kepada orang-orang yang dianggap kreatif. Dia tidak mengasah kemampuan berpikirnya.

Ada 3 mitos menghambat seseorang berifkir kreatif. 3 mitos ini membuat orang itu merasa bahwa dia tidak kreatif. Dia perlu mengandalkan orang lain untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah tertentu.

Mitos pertama: menganggap bahwa kreativitas itu hanya dimiliki oleh orang-orang sukses, dimiliki oleh orang-orang hebat, dimiliki oleh orang-orang pintar. Dalam bidang sains kreativitas itu hanya dimiliki oleh Albert Einstein, Stephen Hawking, Nikolas Tesla dan lain-lain. Dalam bidang sastra, kreativitas itu hanya dimiliki oleh Adrea Hirata, J.K. Rowling, Charles Dickens, Enid Blyton, H.C. Andersen, dan lain-lain. Dalam bidang seni visual kreativitas itu hanya dimiliki oleh Leonardo Da Vinci, Vincent Van Gogh, Pablo Picasso, Affandi, Amri Yahya dan lain-lain. Dalam bidang teknologi dan informatika kreativitas itu hanya dimilki oleh Mark Zuckerberg, Bill Gates, Thomas Alfa Edison, dan lain-lain. Kreativitas itu bukan hanya boleh didominasi oleh mereka, orang-orang sukses tersebut. Kita juga mampu asal menggunakan seluruh potensi yang kita miliki.

Mitos kedua: menganggap kreativitas adalah sebuah kegiatan yang spesial. Hanya bisa dilakuan oleh orang-orang yang spesial saja. Kita semua dapat menggunakan itu selama menggunakan proses berpikir kita dan terus mengasah proses berpikir kita.

Mitos Ketiga: menganggap bahwa orang kreatif merupakan suatu kelompok tertentu. Orang dikelompokkan dan dibatasi dengan: “orang ini kreatif, orang ini tidak kreatif, kamu kreatif dan kamu tidak kreatif.” Dengan membagi dua hal seperti ini, dua kelompok seperti ini maka kita berfikir kreatif hanya untuk orang-orang tertentu saja.

Tiga mitos ini kalau bisa kita abaikan maka kita bisa mengembangkan diri kita menjadi orang yang lebih kreatif.

5.   Imajinasi

Point ke lima adalah imajinasi, kita perlu menggunakan imajinasi kita. Imajinasi adalah kemampuan kita yang sangat-sangat luar biasa tapi kita tidak memanfaatkannya dengan sangat baik. Itu tidak kita syukuri bahkan diabaikan atau bahkan digunakan secara destruktif. Imajinasikan apa yang kita inginkan. Imajinasikan bagaimana kehidupan kita akan berubah. Imajinasikan bagaimana kita bisa melayani banyak orang, membantu banyak orang. Dibandingkan dengan mengunakan imajinasi untuk membayangkan, “Aduh saya tidak percaya diri. Bagaimana kalua orang itu menertawakan saya. Tapi justru bagaimana kalau orang itu jutru tepuk tangan karena ide kita? Jadi imajinasi ini, kita gunakan secara konstruktif.

Hal yang menghambat dalam mengembangkan potensi terbaik, jika kita tidak pernah menggunakan rentang kapasitas yang luar biasa. Salah satunya adalah imajinasi. Imajinasi adalah kunci berfikir kreatif, dan setiap orang mempunyai itu. Dan masalahnya adalah selama ini kita menggunakan imajinasi kita secara destruktif bukan konstruktif. Kita mengunakan imajinasi kita untuk membayangkan hal-hal yang kita takutkan, kita membayangkan diri kita gagal. Kita membayangkan kita tidak bisa. Itu artinya kita sedang menggunakan faculty atau kemampuan kita yang luar biasa tapi secara destruktif/ merusak.

Kita berpikir definisi yang tepat tentang kreatif bahwa kreatif itu sama dengan imajinasi, padahal sebenarnya imajinasi baru satu aspek atau bagian untuk menempuh jalan kreatif sementara kreatif adalah imajinasi yang diterapkan. Jadi jika kita mempunyai imajinasi yang luar biasa tapi tidak  pernah berani untuk menerapkannya tidak pernah berani untuk menunjukkannya, tidak pernah berani untuk mempresentasikannya, maka kreativitas itu belum terjadi, itu hanya imajinasi saja. Kita perlu mengolah imajinasi kita sehingga bisa diterapkan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Langkah selanjutnya kita menggabungkan berbagai proses. Kita mengimajinasikan berbagai kemungkinan-kemungkinan, apa yang kita bisa tambah, apa yang bisa kita eliminasi, apa yang bisa kita bagikan atau apa yang bisa kita multifikasi. Kadang-kadang menemukan hal baru. Kadang-kadang menemukan imajinasi dan kreativitas yang baru itu bukan berasal dari hal yang baru semuanya.

Sebagai contoh “The Wright brothers” atau Wright bersaudara dalam menciptakan pesawat terbang, terinfirasi oleh Ibnu Firnas (matematikawan, astronom, fisikawan, dan ahli penerbangan Muslim dari abad ke-9).

Joseph Niepce (1827) dan Robert Bacon (abad ke 13) penemu teknologi fotografi merupakan teknologi  lanjutan hasil temuan Ibn al-Haytham (ilmuwan musilim dari Irak abad ke 11).

Kita bisa mengunakan ide-ide yang sudah ada, apa saja yang dapat ditambah. Apa yang bisa kita kurangi. Apa yang bisa dibagikan. Apa yang bisa multifikasi, maka kita akan menemukan sebuah ide praktis ide luar biasa. Kreativitas yang luar biasa memberikan manfaat kepada banyak orang.   Kesimpulannya kita adalah orang kreatif dan kita sudah memiliki  kapasitas itu semuanya. Kapasitas itu sedang menunggu kita untuk dikembangkan. Mulai gunakan imajinasi kita secara produktif. Bagaimana seandainya kita bisa memanfaatkan. Bagaimana kita bisa memanfaatkan setiap ide-ide yang bisa kita terapkan dan itu ternyata diserap oleh banyak orang. You can change your life doing that. Jadi lupakan semua mitos-mitos ini.

Dari bahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas tidak hanya terbatas dimiliki oleh kalangan yang berkecimpung di dunia kreatif saja, tetapi lebih luas dari itu. Kreatvitas adalah kemampuan utuk menghasilkan atau mengembangkan karya asli, teori, teknik atau pemikiran. Orang kreatif biasanya menampilkan orisinalitas, imajinasi, dan ekspresi. Cara mengembangkan kreativitas adalah (1) proses aktif; (2) ineterlude; (3) Cari Tugas dan peluang yang menantang; (4) Abaikan 3 mitos kreatif; dan (5) imajinasi. Gunakan seluruh potensi dan kesempatan yang kita miliki untuk menjadi sosok sebagai orang yang kreatif. Mungkin pada awalnya kita akan kesulitan untuk memulainya,  tetapi seperti dikemukakan oleh Albert Einstein "Di tengah setiap kesulitan terletak peluang."


Read More »